Skip to content

Logo Kma
  • Berita Terbaru
  • Kma
  • Shop
  • Kma Id
  • Kma Pay
  • Earn
  • Poin
  • Buat Konten
  • Akun Saya
Login Register

Kma Articles Makan Bergizi dalam Pusaran Nalar dan Kritik

Makan Bergizi dalam Pusaran Nalar dan Kritik

Dilihat: 160
Harun Arasid Maret 20, 2026 Maret 27, 2026 Leave a comment on Makan Bergizi dalam Pusaran Nalar dan Kritik
0
0
5 min read 862 words 16 views

Radar Nusantara, – Oleh: Yakub F. Ismail

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto semenjak masa kampanye kini menjadi salah satu program andalan yang mengundang banyak sorotan.

Sejak program ini digulirkan, banyak narasi bermunculan, ada yang mendukung ide tersebut, namun tidak sedikit menolaknya.

Sementara, sebagian masih ingin melihat sejauh mana program tersebut dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan generasi masa depan bangsa.

Program ini digagas bukan tanpa alasan. Ia semula dimaksudkan sebagai langkah strategis untuk memperbaiki kualitas gizi anak bangsa yang selama ini menjadi masalah utama.

Selain itu, program ini juga diyakini menjadi simbol komitmen negara dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Namun, dalam praktiknya, MBG tidak lepas dari kritikan tajam. Besarnya anggaran yang dikucurkan memicu perdebatan mengenai prioritas fiskal di tengah kebutuhan pembangunan lain yang tak kalah mendesak.

Di lapangan, sederet masalah muncul seiring perealisasiannya, mulai dari kasus keracunan siswa hingga temuan ketidaklayakan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Situasi ini menempatkan MBG berada dalam pusaran nalar dan kritik, yakni antara harapan besar dan tantangan pelaksanaannya.

Publik akhirnya dihadapkan pada pertanyaan mendasar, apakah program ini layak untuk dilanjutkan demi menanda tonggak kemajuan bangsa? Atau, justru meninggalkan persoalan baru yang tak kalah serius dalam tata kelola kebijakan nasional.

Proyek Mercusuar Prabowo

Program MBG bisa dikatakan salah satu proyek mercusuar di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Dikatakan demikian karena proyek ini menelan anggaran yang tidak kecil. Sejak awal program ini dirancang bukan sekadar kebijakan sosial biasa, tetapi sebagai wujud investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Dalam konteks pembangunan nasional, proyek ini diletakkan sebagai fondasi strategis untuk memastikan bahwa generasi muda Indonesia tumbuh dengan kondisi fisik yang prima dan kognitif yang optimal.

Secara nalar, MBG merupakan program yang bertolak dari realitas bahwa persoalan gizi masih menjadi problem serius di Indonesia.

Program ini lahir dari refleksi atas persoalan stunting, malnutrisi, dan ketimpangan akses terhadap makanan bergizi yang dialami anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Berdasarkan data empiris, persoalan tersebut masih ditemukan di berbagai daerah. Karena itu, Tanpa intervensi yang tepat dan sistematis, kondisi ini berpotensi menghambat perkembangan kualitas generasi masa depan.

Oleh karena itu, kehadiran program ini harus dilihat sebagai jalan keluar yang terukur dan dapat diterima secara logika.

Keunggulan program ini terletak pada pendekatannya yang menyasar kepada kelompok paling strategis, yaitu anak-anak usia sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui di seluruh Indonesia.

Berdasrkan ilmu kesehatan, pada fase ini, asupan gizi memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan otak, daya tahan tubuh, serta kemampuan belajar anak.

Karena itu, melalui pemenuhan makanan bergizi secara rutin, negara sebenarnya tidak hanya berupaya meningkatkan kesehatan, melainkan juga mendukung penguatan kualitas pendidikan secara simultan.

Di samping itu, yang tidak kalah penting adalah bahwa urgensi MBG berkaitan erat dengan perwujudan visi besar Indonesia Emas 2045.

Untuk mencapai target tersebut, Indonesia wajib mempersiapkan generasi masa depan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga sehat secara fisik dan mental.

Demikian, MBG dipandang sebagai instrumen penting dalam mendukung visi besar tersebut. Dalam kerangka ini, besarnya alokasi anggaran dapat dipahami dan dimaklumi sebagai bentuk keberanian dan komitmen negara untuk melakukan investasi sumber daya manusia jangka panjang.

Namun, mewujudkan semua itu bukan tanpa tantangan. Di tengah ekspektasi publik yang tinggi serta tuntutan akan implementasi yang sempurna, realisasi MBG bukan hanya berada dalam situasi penuh dinamika, tapi juga menghadapi ujian berat mengenai sejauh mana program ini dapat dipertanggungjawabkan di lapangan.

Permasalahan yang Muncul

Di tengah hasrat besar untuk menjadikan MBG sebagai ujung tombak kebijakan nasional, berbagai persoalan terus bermunculan dalam tahap implementasi.

Salah satu yang paling mengkhawatirkan dan seringkali mendapat sorotan tajam dari masyarakat adalah maraknya kasus keracunan siswa di beberapa daerah.

Insiden ini tidak hanya memicu kekhawatiran lebih luas mengenai kemanfaatan dari program tersebut. Akan tetapi, ia juga berpotensi mengguncang kepercayaan publik terhadap kesiapan pelaksanaan program secara menyeluruh.

Selain itu, sorotan juga tertuju pada kesiapan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belakangan dinilai belum sepenuhnya memenuhi standar kelayakan.

Berbagai temuan dari tim peninjau lapangan, menunjukkan adanya persoalan seputar kapasitas gedung, masalah sanitasi, pengelolaan bahan makanan, hingga kualitas distribusi.

Hal itu menunjukkan bahwa masih terdapat celah serius dalam aspek teknis yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Idealnya, program berskala besar seperti MBG, setiap detail implementasi seharusnya menjadi tolok ukur yang menjadi penentu keberhasilan.

Hal yang tidak kalah ramai dari kritikan publik juga tertuju pada sisi fiskal. Besarnya anggaran yang dialokasikan untuk membiayai program ini menimbulkan kekhawatiran mengenai beban keuangan negara.

Hal itu mendorong masyarakat menuntut agar pengelolaan anggaran dari proyek MBG ini dilakukan secara efisien dan transparan.

Munculnya penolakan sejumlah pihak terhadap program ini juga menjadi sinyal bahwa MBG, baik pada tataran konsep maupun praktik masih menyisakan banyak persoalan yang perlu dibenahi.

Menghadapi situasi semacam ini, hal yang dibutuhkan bukan sekadar pembelaan terhadap program, tetapi juga kesediaan untuk melakukan perbaikan yang konkret dan berkelanjutan.

Kaitannya dengan itu, salah satu langkah penting yang perlu diambil adalah melibatkan pendamping independen dalam proses pengawasan.

Insan pers, adalah kelompok profesional yang barangkali bisa dipertimbangkan sebagai pendamping program tersebut.

Keterlibatan pelaku media diyakini menjadi elemen krusial dalam memastikan transparansi dan akuntabilitas baik dari sisi implementasi program maupun dari segi pengeolaan anggaran.

Dengan fungsi kontrol sosial yang dimilikinya, pers diharapkan dapat membantu mengawal implementasi MBG agar tepat sasaran dan tepat guna.

Penulis adalah Direktur Eksekutif INISIATOR

HUT Pasmar 2 Ke 25 Peduli Penanaman Mangrove di Pantai Kenjeran Surabaya
HUT Pasmar 2 Ke 25 Peduli Penanaman Mangrove di Pantai Kenjeran Surabaya
Dr.dr. Andre Yulius, MH Dikenal Sebagai Dokter Rakyat, Dosen Idola Mahasiswa, Pengusaha Sukses
Dr.dr. Andre Yulius, MH Dikenal Sebagai Dokter Rakyat, Dosen Idola Mahasiswa, Pengusaha Sukses
47 Pati TNI AD Naik Pangkat, Kasad Tekankan Kepemimpinan dan Adaptasi
47 Pati TNI AD Naik Pangkat, Kasad Tekankan Kepemimpinan dan Adaptasi
Wamendagri Ribka: Pemerintah Percepat Perbaikan Tata Kelola Layanan Kesehatan di Papua
Wamendagri Ribka: Pemerintah Percepat Perbaikan Tata Kelola Layanan Kesehatan di Papua
Sebagian Wilayah Pulau Jawa Berpotensi Banjir, Berikut Data Flood Hub Terbaru
Sebagian Wilayah Pulau Jawa Berpotensi Banjir, Berikut Data Flood Hub Terbaru
BULOG Percepat Penyaluran Bantuan Pangan ke Wilayah Kepulauan Pasca Idulfitri
BULOG Percepat Penyaluran Bantuan Pangan ke Wilayah Kepulauan Pasca Idulfitri
Panglima TNI Pimpin Penyerahan dan Pelantikan Jabatan di Lingkungan TNI
Panglima TNI Pimpin Penyerahan dan Pelantikan Jabatan di Lingkungan TNI
Ketua Satgas Dorong Percepatan Pemulihan Bencana Sumatera melalui Sinergi Antar-Daerah
Ketua Satgas Dorong Percepatan Pemulihan Bencana Sumatera melalui Sinergi Antar-Daerah
Mendagri–Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Humbahas, Target Perbaikan Rumah di Sumut Naik Drastis
Mendagri–Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Humbahas, Target Perbaikan Rumah di Sumut Naik Drastis
Cara Satgas PRR Pastikan Bantuan Hunian bagi Penyintas Bencana Tepat Guna dan Sasaran
Cara Satgas PRR Pastikan Bantuan Hunian bagi Penyintas Bencana Tepat Guna dan Sasaran
Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda
Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda
Tadi malam, setelah blusukan menyapa warga di pinggir rel kereta api kawasan Senen, Jakarta Pusat.
Tadi malam, setelah blusukan menyapa warga di pinggir rel kereta api kawasan Senen, Jakarta Pusat.
Normalisasi Sungai Terdampak Bencana Jadi Prioritas Satgas PRR
Normalisasi Sungai Terdampak Bencana Jadi Prioritas Satgas PRR
📌KABAR BUMI Negara Tetangga Indonesia Umumkan Darurat BBM Nasional Gegara P*rang Iran-AS
📌KABAR BUMI Negara Tetangga Indonesia Umumkan Darurat BBM Nasional Gegara P*rang Iran-AS
Sembari Menunggu Data Rampung, Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Pemulihan Sumatera
Sembari Menunggu Data Rampung, Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Pemulihan Sumatera
“Menyambut Pulang Dua Anak Bangsa Setelah Singapura Mengeksekusinya”
“Menyambut Pulang Dua Anak Bangsa Setelah Singapura Mengeksekusinya”
Menciptakan Kawasan Pertumbuhan Ekonomi, Banyak Bupati Berminat Pada Program Transmigrasi
Menciptakan Kawasan Pertumbuhan Ekonomi, Banyak Bupati Berminat Pada Program Transmigrasi
Pererat Kemanunggalan TNI-Rakyat, Satgas Yonif 521/DY Berikan Pelayanan Gratis di Distrik Kobakma
Pererat Kemanunggalan TNI-Rakyat, Satgas Yonif 521/DY Berikan Pelayanan Gratis di Distrik Kobakma
Menakar Wacana Utusan Khusus Presiden Kawal BUMN
Menakar Wacana Utusan Khusus Presiden Kawal BUMN
Kasatgas PRR Minta Pemda Segera Rampungkan Pendataan Warga yang Akan Tempati Huntap
Kasatgas PRR Minta Pemda Segera Rampungkan Pendataan Warga yang Akan Tempati Huntap
Kesadaran Perhatian dan Kebersamaan, Satgas Yonif 521/DY Anjangsana dan Berbagi Sembako kepada Warga Napua
Kesadaran Perhatian dan Kebersamaan, Satgas Yonif 521/DY Anjangsana dan Berbagi Sembako kepada Warga Napua
Kasatgas Tito dan Mensos Serahkan Bansos Rp100 Miliar untuk Korban Bencana di Sumatera
Kasatgas Tito dan Mensos Serahkan Bansos Rp100 Miliar untuk Korban Bencana di Sumatera
Pemuda PGIW Jawa Timur Desak Presiden Perintahkan Kapolri Usut Tuntas Teror Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS
Pemuda PGIW Jawa Timur Desak Presiden Perintahkan Kapolri Usut Tuntas Teror Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS
PERAK Sultra Dorong Penegakan Hukum atas Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis
PERAK Sultra Dorong Penegakan Hukum atas Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis
Ketua Umum HPMY Se-Jawa, Bali dan Sumatera Desak Aparat Usut Tuntas Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Ketua Umum HPMY Se-Jawa, Bali dan Sumatera Desak Aparat Usut Tuntas Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Tekan SiLPA Daerah, Kemendagri Dorong Percepatan Penyaluran Dana Otsus Papua
Tekan SiLPA Daerah, Kemendagri Dorong Percepatan Penyaluran Dana Otsus Papua
Pemdes Langkan Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Anak Santri
Pemdes Langkan Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Anak Santri
Mendagri Tito Tinjau Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Merak
Mendagri Tito Tinjau Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Merak
Dirjen Dukcapil Kemendagri Ungkap Jumlah Penduduk RI Sebanyak 288 Juta Jiwa per Akhir 2025
Dirjen Dukcapil Kemendagri Ungkap Jumlah Penduduk RI Sebanyak 288 Juta Jiwa per Akhir 2025
Menag Serahkan Keppres Penetapan Anggota BAZNAS kepada Dirjen Bina Keuda Agus Fatoni
Menag Serahkan Keppres Penetapan Anggota BAZNAS kepada Dirjen Bina Keuda Agus Fatoni
Presiden Prabowo Tunjuk Dirjen Bina Keuda Agus Fatoni sebagai Pimpinan BAZNAS RI
Presiden Prabowo Tunjuk Dirjen Bina Keuda Agus Fatoni sebagai Pimpinan BAZNAS RI
Lebih dari Rp500 Miliar Tersalurkan untuk Perbaikan Rumah Penyintas Bencana Sumatera
Lebih dari Rp500 Miliar Tersalurkan untuk Perbaikan Rumah Penyintas Bencana Sumatera
Presiden Wakafkan 70.000 Al-Qur’an kepada Masyarakat Terdampak Bencana Sumatera
Presiden Wakafkan 70.000 Al-Qur’an kepada Masyarakat Terdampak Bencana Sumatera
Percepatan Huntara Hingga Penyaluran DTH Jadi Strategi Kunci Satgas PRR Relokasi Pengungsi
Percepatan Huntara Hingga Penyaluran DTH Jadi Strategi Kunci Satgas PRR Relokasi Pengungsi
Wamendagri Wiyagus Dorong Pemda Percepat Penanggulangan TBC
Wamendagri Wiyagus Dorong Pemda Percepat Penanggulangan TBC
Mendagri : Kepala Daerah Siaga Beri Pelayanan Terbaik Selama Perayaan Idulfitri 1447 H
Mendagri : Kepala Daerah Siaga Beri Pelayanan Terbaik Selama Perayaan Idulfitri 1447 H
Wujudkan Kemandirian Fiskal, Mendagri Dorong Inovasi Digitalisasi Pembayaran Pajak Daerah
Wujudkan Kemandirian Fiskal, Mendagri Dorong Inovasi Digitalisasi Pembayaran Pajak Daerah
Pemulihan Sosial dan Ekonomi Korban Bencana Terus Dipercepat Satgas PRR
Pemulihan Sosial dan Ekonomi Korban Bencana Terus Dipercepat Satgas PRR

Harun Arasid

Kuli Tinta

twitter facebookgoogle-plus
Sembari Menunggu Data Rampung, Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Pemulihan Sumatera Sembari Menunggu Data Rampung, Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Pemulihan Sumatera
📌KABAR BUMI Negara Tetangga Indonesia Umumkan Darurat BBM Nasional Gegara P*rang Iran-AS 📌KABAR BUMI Negara Tetangga Indonesia Umumkan Darurat BBM Nasional Gegara P*rang Iran-AS

Tuliskan Komentar AndaBatalkan balasan


Logo
Logo Radar Nusantara

Copyright © 2026 Kma dan Radar Nusantara. PT Sanjaya Persada Pratama. All rights reserved
facebook twitter youtube instagram github-circle
Share

Facebook

X

LinkedIn

WhatsApp

Copy Link
×