Skip to content

Logo Kma
  • Berita Terbaru
  • Kma
  • Shop
  • Kma Id
  • Kma Pay
  • Earn
  • Poin
  • Buat Konten
  • Akun Saya
Login Register

Kma Artikel Kisah Haru Mahasiswa IPB Yang Hilang 15 Tahun Kembali ke Kampus

Kisah Haru Mahasiswa IPB Yang Hilang 15 Tahun Kembali ke Kampus

Dilihat: 256
ridwan onchy Desember 16, 2025 Desember 16, 2025 Leave a comment on Kisah Haru Mahasiswa IPB Yang Hilang 15 Tahun Kembali ke Kampus
0
0
5 min read 909 words 92 views

Kisah ini bermula pada tahun 1964. Di Institut Pertanian Bogor (IPB), seorang pemuda cerdas asal Aceh bernama Mohamad Kasim Arifin sedang bersiap menyelesaikan studi akhirnya. Sebagai syarat kelulusan, ia mendaftar dalam program Pengerahan Tenaga Mahasiswa (PTM) cikal bakal KKN.

Tugasnya terdengar sederhana secara administratif: pergi ke Waimital, Pulau Seram, Maluku, selama tiga bulan untuk membantu para petani transmigran, mengumpulkan data, lalu pulang untuk menyusun skripsi dan diwisuda. Dengan semangat muda, Kasim berangkat membawa buku-buku teori pertaniannya, membayangkan akan menerapkan ilmu modern di tanah timur.

Namun, sesampainya di Desa Gemba, Waimital, teori di kepalanya berbenturan keras dengan realitas.

I. Guncangan Nurani

Pemandangan di Waimital menyayat hati. Kasim menemukan para transmigran yang ditempatkan pemerintah hidup dalam keterlantaaran. Hutan masih terlalu lebat, tanah keras dan gersang, serta hama tikus dan babi hutan merajalela menghabisi tanaman. Janji pemerintah akan lahan subur ternyata kosong. Para petani itu kelaparan, memakan umbi hutan seadanya, terisolasi tanpa jalan keluar. Di sinilah batin Kasim bergejolak hebat.

Ia dihadapkan pada dua pilihan:

  • Menjadi “Mahasiswa Peneliti”: Mengambil data kemiskinan mereka, menyelesaikan tugas 3 bulan, lalu pulang ke Bogor untuk memakai toga, meninggalkan petani itu mati perlahan.

  • Menjadi “Manusia”: Melupakan gelarnya, tinggal di sana, dan ikut berjuang agar mereka bisa makan.

Nurani Kasim menang. Ia memilih opsi kedua. Saat masa tugas 3 bulannya habis, ia menolak naik kapal pulang. Ia menyurati kampusnya, mengatakan ia belum bisa kembali. Tiga bulan berubah menjadi satu tahun. Satu tahun berubah menjadi lima tahun. Dan akhirnya, ia menetap di sana selama 15 tahun.

II. Menjadi “Antua” dan Kaki yang Tak Beralas (1964-1979)

Selama satu setengah dekade, Kasim melebur total. Ia menanggalkan identitas mahasiswanya. Pakaian kotanya hancur dimakan waktu, digantikan kaos oblong lusuh dan celana pangsi penuh tambalan. Ia berhenti memakai sepatu karena rakyat di sana tak punya sepatu. Kakinya yang dulu mulus kini menebal, kapalan, melebar, dan pecah-pecah (rondo) karena setiap hari menghajar tanah berbatu dan lumpur sawah.

Di Waimital, Kasim bukan lagi mahasiswa, ia adalah pemimpin tanpa jabatan. Ia dipanggil “Antua” sosok yang dituakan dan dihormati. Tanpa bantuan pemerintah pusat dan tanpa alat berat, Kasim memimpin revolusi infrastruktur desa dengan tangan kosong:

  • Membuka Jalan: Ia memimpin warga membabat hutan belantara dengan parang dan cangkul untuk membuka jalan tembus dari Desa Gemba ke pantai. Jalan ini menjadi urat nadi yang membebaskan desa dari isolasi.

  • Irigasi Tanpa Semen: Dengan ilmu teknik sipil pertaniannya, ia menyusuri sungai mencari mata air. Ia merancang bendungan dan saluran irigasi tanpa semen setetes pun. Ia mengajari warga menyusun batu, tanah liat, dan batang kelapa dengan teknik presisi agar tahan air.

  • Pertanian: Ia mengajarkan cara menanam padi yang benar, mengubah lahan kering menjadi sawah yang subur dan swasembada. Ia mendamaikan konflik antarwarga. Ia menjadi “bapak” bagi ribuan orang di sana.

Sementara di Bogor, teman-teman seangkatannya sudah lulus, menjadi pejabat, direktur, dan dosen. Kasim dianggap “hilang” atau mungkin sudah mati di rimba Maluku.

III. Misi Penyelamatan Sang Sahabat

Di IPB, Rektor Prof. Dr. Andi Hakim Nasution seorang akademisi yang bijak mendengar kabar tentang Kasim. Ia tahu Kasim tidak sedang malas, melainkan sedang menerapkan “ilmu kehidupan” yang sesungguhnya. Prof. Andi Hakim menolak men-DO Kasim. Sebaliknya, ia ingin memulangkan “anak hilang” itu untuk diberi penghargaan.

Rektor mengutus Saleh Widodo, sahabat karib Kasim yang sudah menjadi dosen, untuk menjemputnya. Saleh terbang ke Maluku dengan satu misi: membawa Kasim pulang, hidup-hidup.

Pertemuan dua sahabat di Waimital itu sangat emosional. Saleh Widodo, dengan pakaian rapi orang kota, berdiri berhadapan dengan Kasim Arifin yang kurus kering, hitam legam, bergigi rusak, dan berpakaian compang-camping. Saleh menangis memeluk sahabatnya.

Awalnya, Kasim menolak mentah-mentah. “Tugasku belum selesai. Sawah ini siapa yang urus?” katanya. Namun, Saleh mengeluarkan kartu terakhirnya. Ia tidak bicara soal ijazah, tapi soal bakti.

“Sim, pulanglah. Orang tuamu di Aceh sudah sepuh dan sakit-sakitan. Ibumu hanya ingin melihat wajahmu sekali lagi sebelum beliau wafat. Apakah kau tega?”

Pertahanan Kasim runtuh. Demi ibunya, sang “Antua” akhirnya bersedia meninggalkan tanah yang sudah ia sirami dengan keringat dan darah selama 15 tahun. Kepergiannya diiringi tangisan ribuan warga Desa Gemba yang merasa kehilangan pelita hidup mereka.

IV. Skripsi Suara dan Wisuda Air Mata (1979)

Kembali di Bogor, Kasim seperti orang asing. Ia canggung dengan keramaian kota. Ia lupa cara menulis akademis. Ia tak sanggup menyusun skripsi dengan standar ilmiah yang kaku.

Mengetahui hal ini, IPB melakukan terobosan sejarah. Rektor memutuskan Kasim tidak perlu menulis. Kasim hanya diminta duduk, lalu menceritakan secara lisan apa saja yang ia kerjakan selama 15 tahun. Rekaman suaranya itu ditranskrip oleh teman-temannya, disusun menjadi dokumen, dan itulah yang dianggap sebagai skripsinya. Isinya bukan teori, tapi praktik nyata pembangunan masyarakat. Hari wisuda pun tiba, 22 September 1979.

Di Graha Widya Wisuda IPB, Kasim duduk di deretan wisudawan. Teman-temannya memaksanya memakai jas dan sepatu. Namun, karena kakinya sudah terlalu lama telanjang dan melebar secara alami, sepatu itu menyiksa kakinya. Ia berjalan tertatih-tatih menahan sakit demi menghormati acara.

Saat nama “Ir. Mohamad Kasim Arifin” dipanggil, suasana hening sejenak, lalu meledak. Seluruh hadirin dosen, rektor, wisudawan lain, dan orang tua mahasiswa berdiri (standing ovation). Tepuk tangan bergemuruh diiringi isak tangis yang tak tertahan.

Sastrawan Taufiq Ismail, yang hadir di sana, membacakan sebuah puisi yang ditulis khusus untuk Kasim, dengan suara bergetar:

“Kau tidak menulis skripsi di atas kertas, Sim. Tapi kau menulis skripsi di atas tanah Waimital. Tinta yang kau pakai adalah keringatmu sendiri… Kau lulus dengan yudisium summa cum laude… Di mata rakyat Waimital, dan di mata hati kami.”

Hari itu, Kasim Arifin mengajarkan kepada seluruh Indonesia bahwa gelar sarjana hanyalah selembar kertas, namun pengabdian adalah tinta emas yang tak akan pernah luntur. Ia adalah monumen hidup tentang ketulusan yang bekerja dalam sunyi

Upacara Pembukaan Ujian Nasional SMP di Ujung Timur Indonesia Berlangsung Khidmat Bersama TNI
Upacara Pembukaan Ujian Nasional SMP di Ujung Timur Indonesia Berlangsung Khidmat Bersama TNI
Polsek Menjalin Sosialisasikan Dampak Fenomena El Nino kepada Warga Desa Menjalin
Polsek Menjalin Sosialisasikan Dampak Fenomena El Nino kepada Warga Desa Menjalin
ASYIK! Harmoni Wastra dan Modernitas: Jejak Kreatif Ny. Almira Try Suhandy MS dalam Menembus Batas Mode
ASYIK! Harmoni Wastra dan Modernitas: Jejak Kreatif Ny. Almira Try Suhandy MS dalam Menembus Batas Mode
The Oxygen of Democracy: Why Press Freedom is a Universal Human Right
The Oxygen of Democracy: Why Press Freedom is a Universal Human Right
Wamendagri Bima: Generasi Muda Harus Siap Pimpin Indonesia Menuju Negara Maju
Wamendagri Bima: Generasi Muda Harus Siap Pimpin Indonesia Menuju Negara Maju
Wamendagri Bima Arya Nilai Pacitan Berpotensi Jadi Kota Wisata Unggulan
Wamendagri Bima Arya Nilai Pacitan Berpotensi Jadi Kota Wisata Unggulan
Kemendagri Fasilitasi Penanganan RTLH Barito Utara
Kemendagri Fasilitasi Penanganan RTLH Barito Utara
Dukung Pendidikan Berkualitas, Satgas TMMD ke 128 Kodim 1801/Manokwari Renovasi SD Inpres 62 /Asai
Dukung Pendidikan Berkualitas, Satgas TMMD ke 128 Kodim 1801/Manokwari Renovasi SD Inpres 62 /Asai
Megawati Sebut China Punya Rancangan 200 Tahun Ke depan, Indonesia Masih Poco-Poco
Megawati Sebut China Punya Rancangan 200 Tahun Ke depan, Indonesia Masih Poco-Poco
Presiden Prabowo Subianto Memperingati Hari Buruh Internasional Bersama 400 Ribu Buruh Dari Berbagai Daerah Di Indonesia
Presiden Prabowo Subianto Memperingati Hari Buruh Internasional Bersama 400 Ribu Buruh Dari Berbagai Daerah Di Indonesia
Demi Wujudkan Kesejahteraan, Wamendagri Ribka Minta Papua Dukung Asta Cita Presiden
Demi Wujudkan Kesejahteraan, Wamendagri Ribka Minta Papua Dukung Asta Cita Presiden
Ketum Posyandu Tri Tito Karnavian Dorong Pemulihan Warga Huntara Aceh Utara Lewat Bantuan Sosial dan Senam Sehat
Ketum Posyandu Tri Tito Karnavian Dorong Pemulihan Warga Huntara Aceh Utara Lewat Bantuan Sosial dan Senam Sehat
TNI Hadir di Segala Kondisi Masyarakat Pedalaman
TNI Hadir di Segala Kondisi Masyarakat Pedalaman
Jejak Langkah Gerakan Pemuda Ansor: Dari Akar Perjuangan Hingga Menjadi Benteng Bangsa
Jejak Langkah Gerakan Pemuda Ansor: Dari Akar Perjuangan Hingga Menjadi Benteng Bangsa
Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamongan Lakukan Mitigasi Kemarau Ekstrem 2026, Tinjau Waduk Prijetan dan Galakkan Penghijauan
Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamongan Lakukan Mitigasi Kemarau Ekstrem 2026, Tinjau Waduk Prijetan dan Galakkan Penghijauan
Gema Persaudaraan di Tanah Rantau: Catatan Halal Bi Halal dan Pelantikan IKA UNRI Jabodetabek
Gema Persaudaraan di Tanah Rantau: Catatan Halal Bi Halal dan Pelantikan IKA UNRI Jabodetabek
IKAFEB UNAND Gelar Kegiatan Halal Bihalal Antar Alumni FEB UNAND di Jakarta Pusat.
IKAFEB UNAND Gelar Kegiatan Halal Bihalal Antar Alumni FEB UNAND di Jakarta Pusat.
Dukungan Swiss Menguat: Inisiatif Otonomi Maroko Diakui Sebagai Solusi Paling Kredibel untuk Wilayah Sahara
Dukungan Swiss Menguat: Inisiatif Otonomi Maroko Diakui Sebagai Solusi Paling Kredibel untuk Wilayah Sahara
Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?
Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?
Putusan MA Diabaikan, Newcrest Didesak Bayar Rp600 Miliar Hak Pekerja
Putusan MA Diabaikan, Newcrest Didesak Bayar Rp600 Miliar Hak Pekerja
Selama Ribuan Tahun, Minum Air Panas Atau Hangat Dianggap Bermanfaat Oleh Sistem Pengobatan Tradisional China Dan Ayurveda Yang Berasal Dari India.
Selama Ribuan Tahun, Minum Air Panas Atau Hangat Dianggap Bermanfaat Oleh Sistem Pengobatan Tradisional China Dan Ayurveda Yang Berasal Dari India.
Kriminalisasi Wartawan Amir Asnawi: Pembajakan UU Pers dan Ancaman terhadap Kebebasan Pers
Kriminalisasi Wartawan Amir Asnawi: Pembajakan UU Pers dan Ancaman terhadap Kebebasan Pers
Pacu Pertumbuhan Ekonomi, Mendagri Dorong Optimalisasi APBD dan Kendalikan Inflasi
Pacu Pertumbuhan Ekonomi, Mendagri Dorong Optimalisasi APBD dan Kendalikan Inflasi
Percepat Transisi Energi, Mendagri Dorong Gubernur Bebaskan Pajak Kendaraan Listrik
Percepat Transisi Energi, Mendagri Dorong Gubernur Bebaskan Pajak Kendaraan Listrik
Buka Musrenbang RKPD Sumut, Mendagri Tekankan Pentingnya Perencanaan yang Matang
Buka Musrenbang RKPD Sumut, Mendagri Tekankan Pentingnya Perencanaan yang Matang
Berikan Kesempatan Kerja Bagi Siswa, PT Sambu Gruop Seleksi Karyawan di SMK Negeri 1 Pangkalan Kerinci
Berikan Kesempatan Kerja Bagi Siswa, PT Sambu Gruop Seleksi Karyawan di SMK Negeri 1 Pangkalan Kerinci
Dengan Sambang Dialogis Unit Binmas Polsek Kuala Behe Sampaikan Pesan Kamtibmas Kepada Masyarakat
Dengan Sambang Dialogis Unit Binmas Polsek Kuala Behe Sampaikan Pesan Kamtibmas Kepada Masyarakat
Di Provinsi Banten Ada Daerah Yang Masih Tertinggal, Di Mana Itu, Daerah Nya Tentunya Ada Di Kabupaten Lebak
Di Provinsi Banten Ada Daerah Yang Masih Tertinggal, Di Mana Itu, Daerah Nya Tentunya Ada Di Kabupaten Lebak
Membedah Dampak Kenaikan BBM
Membedah Dampak Kenaikan BBM
4 Pelaku Curanmor Bersenpi Diringkus Tim Opsnal Gabungan Polsek Jatiuwung dan Polrestro Tangkot
4 Pelaku Curanmor Bersenpi Diringkus Tim Opsnal Gabungan Polsek Jatiuwung dan Polrestro Tangkot
Badan Siber dan Sandi Negara Terima Kunjungan Dubes Slowakia Bahas Kerja Sama Keamanan Siber
Badan Siber dan Sandi Negara Terima Kunjungan Dubes Slowakia Bahas Kerja Sama Keamanan Siber
Dua Pelaku Curanmor Asal Bima NTB Diringkus Tim Opsnal Reskrim Polsek Jatiuwung di Kp Kadu Bitung Curug.
Dua Pelaku Curanmor Asal Bima NTB Diringkus Tim Opsnal Reskrim Polsek Jatiuwung di Kp Kadu Bitung Curug.
Sigap dan Peduli Binter TNI, Satgas Yonif 521/DY Tangani Perbaikan Jembatan Longsor di Distrik Eragayam
Sigap dan Peduli Binter TNI, Satgas Yonif 521/DY Tangani Perbaikan Jembatan Longsor di Distrik Eragayam
Wamendagri Bima Ingatkan Perguruan Tinggi Miliki Peran Strategis dalam Optimalisasi Bonus Demografi
Wamendagri Bima Ingatkan Perguruan Tinggi Miliki Peran Strategis dalam Optimalisasi Bonus Demografi
Membaca Arah Politik NasDem
Membaca Arah Politik NasDem
Babinsa Ajak Warga: Kebersihan Sungai Cerminan Kesehatan Masyarakat
Babinsa Ajak Warga: Kebersihan Sungai Cerminan Kesehatan Masyarakat
Jaga Kondisi Fisik Tetap Prima, Kodim 0728/Wonogiri Gelar Garjas Periodik
Jaga Kondisi Fisik Tetap Prima, Kodim 0728/Wonogiri Gelar Garjas Periodik
Babinsa Koramil Nguntoronadi Kawal Pembangunan KDKMP Desa Gebang
Babinsa Koramil Nguntoronadi Kawal Pembangunan KDKMP Desa Gebang
Kecelakaan Mobil Operasional MBG di Depok: Ujian Keselamatan di Tengah Ikhtiar Gizi Anak Bangsa Kecelakaan Mobil Operasional MBG di Depok: Ujian Keselamatan di Tengah Ikhtiar Gizi Anak Bangsa
Mendagri Tekankan Pentingnya Sinkronisasi Program Pusat–Daerah untuk Percepat Pembangunan Papua Mendagri Tekankan Pentingnya Sinkronisasi Program Pusat–Daerah untuk Percepat Pembangunan Papua

Tuliskan Komentar AndaBatalkan balasan


Logo
Logo Radar Nusantara

Copyright © 2026 Kma dan Radar Nusantara. PT Sanjaya Persada Pratama. All rights reserved
facebook twitter youtube instagram github-circle
Share

Facebook

X

LinkedIn

WhatsApp

Copy Link
×