Skip to content

Logo Kma
  • Berita Terbaru
  • Kma
  • Shop
  • Kma Id
  • Kma Pay
  • Earn
  • Poin
  • Buat Konten
  • Akun Saya
Login Register

Kma Articles Rumah Untuk Rakyat: Bantuan yang Terkendala Ketidakhadiran Negara

Rumah Untuk Rakyat: Bantuan yang Terkendala Ketidakhadiran Negara

Dilihat: 120
Harun Arasid Februari 19, 2026 Februari 21, 2026 Leave a comment on Rumah Untuk Rakyat: Bantuan yang Terkendala Ketidakhadiran Negara
0
0
5 min read 909 words 43 views

Oleh: Lukas Luwarso

Radar Nusantara, Bencana banjir lumpur yang melanda Aceh dan Sumatra, 26 November 2025, telah meninggalkan jejak kehancuran. Lumpur yang mengeras masih menimbun ratusan rumah. Puluhan ribu warga masih harus tinggal di tenda-tenda pengungsian atau hunian sementara (huntara). Hampir tiga bulan berlalu pasca bencana, nestapa masih menyelimuti warga. Rumah dan lahan mereka yang porak poranda, tak jelas kapan bisa diperbaiki dan ditempati lagi.

Di sekitaran lahan rumah warga yang hancur dan lumpur yang mengeras, ribuan kayu gelondongan raksasa terhempas, terdampar, berserakan. Menjadi saksi bisu amarah kekuatan alam, sekaligus menguak dugaan praktik pembalakan liar yang merusak ekosistem hulu sungai AcehTamiang–Sumatra. Ironisnya, puing-puing kayu bencana inilah yang kini berpotensi bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki rumah. Menjadi harapan baru bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

Lautan timbunan kayu yang terserak di desa Tanjung Karang Tamiang, di area Pondok Pesantren Darul Mukhlishin, menjadi salah satu titik terparah yang dihantam banjir. Tumpukan kayu gelondongan dan air bah berlumpur, dengan ketinggian mencapai dua lantai, menutupi area ini. Mengubah lanskap pondok pesantren dan desa yang tadinya asri menjadi lautan kayu berbalut lumpur.

Tanda tanya besar menyelimuti timbunan onggokan kayu-kayu, beraroma bangkai binatang yang terselip di sana-sini. Apakah kayu-kayu ini murni roboh terhanyut banjir dan tanah longsor? Ataukah ini wajah sesungguhnya kerusakan hutan akibat pembalakan? Mengapa sebagian besar timbunan kayu-kayu itu terlihat sebagai penebangan dan pemotongan yang presisi? Bahkan sebagian dari kayu-kayu itu berlogo atau bernomor.

Jelas timbunan kayu itu bukan sekadar pohon tumbang alami akibat banjir, melainkan material hasil penebangan (log) yang hanyut terbawa arus deras air. Indikasi ini menguatkan dugaan adanya kerusakan hutan atau praktik pembalakan di hulu sungai Tamiang. Praktek yang selama ini luput dari pengawasan.

Perlu investigasi mendalam untuk mengungkap teka-teki timbunan kayu bencana yang berlabel dan bernomor ini. Spekulasi, kasak-kusuk, di kalangan warga menyebut onggokan kayu itu terkait dengan aktivitas pembukaan lahan untuk sawit dan hutan tanaman industri. Aktivitas yang mengganggu Daerah Aliran Sungai (DAS) dan memicu tanah longsor.

Berdasarkan temuan WALHI, dan Kejaksaan Agung, awal 2026, sejumlah perusahaan diduga berkontribusi penyebab banjir dan longsor di Aceh. Antara lain PT Tualang Raya (Aceh Timur), PT Wajar Korpora (Aceh Tamiang), dan PT Tusam Hutani Lestari. Termasuk PT Toba Pulp Lestari (TPL), di wilayah Sumatera Utara.

Sedikitnya 28 perusahaan dianggap terbukti bertanggung jawab atas bencana ekologis di Aceh–Sumatera, dan ijin usahanya telah dicabut. Namun, WALHI menemukan ada kejanggalan pada proses pencabutan izin usaha di Aceh. PT Rimba Timur Sentosa dan PT Rimba Wawasan Permai di Aceh adalah dua perusahaan yang telah dicabut izinnya pada 2022. Dan PT Aceh Nusa Indrapuri izin dievaluasi pada 2022. Namun warga mempertanyakan, seserius apakah pemerintah menangani bencana ekologis Aceh–Sumatera ini, dalam memitigasi penyebab dan merestorasi dampaknya?

Timbunan Kayu dan Harapan yang Terkendala: Kiprah Posko Jenggala. Situasi memilukan pasca-bencana masih dialami warga terdampak, dan pemerintah terlihat lamban dalam menangani. Beruntung ada berbagai inisiatif kerelawanan bantuan masyarakat yang bisa menjadi secercah harapan. Salah satunya, yang saya saksikan langsung, adalah kiprah Tim Posko Jenggala, organisasi kemanusiaan yang telah memiliki rekam jejak panjang (hampir 30 tahun) dalam membantu korban bencana di berbagai wilayah.

Posko Jenggala membantu mengangkat lumpur, membersihKan beberapa rumah warga agar bisa ditempati lagi. Selain itu menyediakan solusi jangka panjang: membangun rumah layak huni bagi para korban. Rumah Contoh Permanen telah dibangun oleh Posko Jenggala, bekerja sama dengan Ikatan Alumni ITB. Rumah contoh permanen yang bisa direplikasi di berbagai wilayah bencana, secara cepat. Proses pembangunan bisa diselesaikan dalam waktu seminggu, dengan 6 pekerja.

Kerja sigap Posko Jenggala sayangnya terkendala. Rencana semula ingin segera membangun belasan rumah permanen untuk warga (bukan cuma hunian sementara versi pemerintah), dengan beaya relatif murah. Kalau saja bisa memanfaatkan timbunan gelondongan “kayu bencana” yang berserakan. Namun, upaya membantu warga ternyata tidak mudah. Upaya Posko Jenggala memanfaatkan kayu gelondongan yang terserak bertepuk sebelah tangan. Untuk membantu warga membangun rumah baru, memanfaatkan kayu-kayu itu, ternyata sulit prosesnya dan berbelit perijinannya. Karena, rupanya, kayu-kayu itu “sudah ada yang punya, entah siapa.”

Ironi yang memilukan, jumlah kayu yang melimpah bisa menjadi sumber bahan bangunan yang murah. Bisa mengurangi biaya dan waktu pembangunan. “Jika bisa memakai kayu-kayu itu, beaya pembangunan bisa dikurangi 60 persen”, kata Andi Sahrandi, koordinator Posko Jenggala.

Namun inisiatif nyata bagaimana mengatasi bencana secara inovatif, mengubah “musibah” menjadi “berkah” material, rupanya terkendala ketidakjelasan perijinan. Kiprqh Posko Jenggala, representasi nyata dari etos kerelawanan warga membantu warga, memupuk kekuatan kolektif warga dalam menghadapi krisis terhempas perijinan.

Posko Jenggala, karena keterbatasan logistik, akhirnya hanya mampu membangun satu rumah contoh permanen untuk warga Desa Tanjung Karang, Tamiang. Upaya memanfaatkan sumber daya yang ada, kayu gelondonganbyang berserakan, tak bisa dilaksanakan. Harapan untuk membangun kembali “rumah untuk rakyat korban bencana” yang mustinya mudah dilaksanakan terhalang.

Banjir bandang di Aceh Tamiang meninggalkan kisah memilukan penderitaan warga, dan foto viral berseraknya timbunan ribuan kayu gelondongan. Kayu berlogo dan bernomor itu, entah siapa pemiliknya, diduga adalah hasil pengrusakan hutan atau pembalakan. Tumpukan kayu gelondongan yang, hampir tiga bulan kemudian, masih tak terurus dan tetap teronggok menutupi Desa Tanjung Karang.

Warga harus bertahan hidup dengan kondisi memprihatinkan di sekeliling tumpukan kayu. Menunggu bantuan perbaikan atau penggantian rumahnya yang tak kunjung datang. Surat permohonan dari Posko Jenggala dan IA-ITB kepada satgas bencana Aceh, untuk memanfaatkan kayu bencana, tidak terjawab secara jelas, apakah bisa dipakai. Aparat birokrasi, satgas bencana, dan kepala desa tidak ada yang berani memberikan kepastian, bisakah kayu digunakan?

Posko Jenggala dan IA-ITB sejauh ini hanya bisa menyelesaikan satu rumah contoh permanen untuk diserahkan kepada kepala desa. Dan harus meninggalkan Desa Tanjung Karang, Aceh Tamiang. Keinginan membangun puluhan rumah permanen, rumah untuk rakyat, terkendala. Oleh ketidakjelasan birokrasi dan ketidakhadiran negara.


Temui Kedubes Saudi, Muhammadiyah Tegaskan Kolaborasi Pendidikan dan Layanan Haji
Temui Kedubes Saudi, Muhammadiyah Tegaskan Kolaborasi Pendidikan dan Layanan Haji
Berlaku Mulai Hari Ini, Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Cukup STNK Tanpa KTP Pemilik
Berlaku Mulai Hari Ini, Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Cukup STNK Tanpa KTP Pemilik
Huntara Segera Rampung, Penyintas di Desa Lubuk Sidup Siap Memulai Hidup Baru
Huntara Segera Rampung, Penyintas di Desa Lubuk Sidup Siap Memulai Hidup Baru
Wamen Viva Yoga Dorong Balai Transmigrasi Berkontribusi Dalam Pembangunan Wilayah
Wamen Viva Yoga Dorong Balai Transmigrasi Berkontribusi Dalam Pembangunan Wilayah
Dirut BULOG Panen Raya di Jawa Timur, Optimistis Mendukung Capaian Target 4 Juta Ton Setara Beras Tahun 2026
Dirut BULOG Panen Raya di Jawa Timur, Optimistis Mendukung Capaian Target 4 Juta Ton Setara Beras Tahun 2026
Jasa Raharja Lambat, Keluarga Korban Laka Lantas Garut Terima Kesulitan
Jasa Raharja Lambat, Keluarga Korban Laka Lantas Garut Terima Kesulitan
Dana Santunan Jasa Raharja Tak Kunjung Cair, Keluarga Korban Laka Lantas Garut Terkatung-katung
Dana Santunan Jasa Raharja Tak Kunjung Cair, Keluarga Korban Laka Lantas Garut Terkatung-katung
Mobil Bensin Terancam Tamat Gara-Gara Temuan Peneliti Korsel
Mobil Bensin Terancam Tamat Gara-Gara Temuan Peneliti Korsel
Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana
Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana
APINDO Tanggapi Kebijakan Transformasi Budaya Kerja dan Energi
APINDO Tanggapi Kebijakan Transformasi Budaya Kerja dan Energi
Jenderal Polisi Timur Pradopo: Perjalanan Sang Kapolri ke-20 dalam Menjaga Keamanan Negeri
Jenderal Polisi Timur Pradopo: Perjalanan Sang Kapolri ke-20 dalam Menjaga Keamanan Negeri
Mendagri Terbitkan SE, Atur Ketentuan Transformasi Budaya Kerja bagi ASN Pemda
Mendagri Terbitkan SE, Atur Ketentuan Transformasi Budaya Kerja bagi ASN Pemda
Peduli Infrastruktur Wilayah, Satgas Yonif 521/DY Gotong Royong Bersihkan Landasan Pacu Eragayam
Peduli Infrastruktur Wilayah, Satgas Yonif 521/DY Gotong Royong Bersihkan Landasan Pacu Eragayam
Komdigi Panggil META dan Google, Buntut Tidak Patuh PP Tunas
Komdigi Panggil META dan Google, Buntut Tidak Patuh PP Tunas
Disnaker Jabar Mandul: Buruh PT.SLA Babakanmadang Dikorbankan, Korporasi Dilindungi
Disnaker Jabar Mandul: Buruh PT.SLA Babakanmadang Dikorbankan, Korporasi Dilindungi
Rapat dengan DPR, Mendagri Jelaskan Capaian Kinerja Strategis Kemendagri
Rapat dengan DPR, Mendagri Jelaskan Capaian Kinerja Strategis Kemendagri
Andian Napitupulu: CPNS Gak Dibuka dan PPPK Dirumahkan, Tapi Pegawai SPPG dan Kopdes Dijadikan PPPK
Andian Napitupulu: CPNS Gak Dibuka dan PPPK Dirumahkan, Tapi Pegawai SPPG dan Kopdes Dijadikan PPPK
Momen Mengharukan, Tiga Eks OPM Cium Merah Putih dan Kembali ke NKRI
Momen Mengharukan, Tiga Eks OPM Cium Merah Putih dan Kembali ke NKRI
HUT Pasmar 2 Ke 25 Peduli Penanaman Mangrove di Pantai Kenjeran Surabaya
HUT Pasmar 2 Ke 25 Peduli Penanaman Mangrove di Pantai Kenjeran Surabaya
Dr.dr. Andre Yulius, MH Dikenal Sebagai Dokter Rakyat, Dosen Idola Mahasiswa, Pengusaha Sukses
Dr.dr. Andre Yulius, MH Dikenal Sebagai Dokter Rakyat, Dosen Idola Mahasiswa, Pengusaha Sukses
47 Pati TNI AD Naik Pangkat, Kasad Tekankan Kepemimpinan dan Adaptasi
47 Pati TNI AD Naik Pangkat, Kasad Tekankan Kepemimpinan dan Adaptasi
Wamendagri Ribka: Pemerintah Percepat Perbaikan Tata Kelola Layanan Kesehatan di Papua
Wamendagri Ribka: Pemerintah Percepat Perbaikan Tata Kelola Layanan Kesehatan di Papua
Sebagian Wilayah Pulau Jawa Berpotensi Banjir, Berikut Data Flood Hub Terbaru
Sebagian Wilayah Pulau Jawa Berpotensi Banjir, Berikut Data Flood Hub Terbaru
BULOG Percepat Penyaluran Bantuan Pangan ke Wilayah Kepulauan Pasca Idulfitri
BULOG Percepat Penyaluran Bantuan Pangan ke Wilayah Kepulauan Pasca Idulfitri
Panglima TNI Pimpin Penyerahan dan Pelantikan Jabatan di Lingkungan TNI
Panglima TNI Pimpin Penyerahan dan Pelantikan Jabatan di Lingkungan TNI
Ketua Satgas Dorong Percepatan Pemulihan Bencana Sumatera melalui Sinergi Antar-Daerah
Ketua Satgas Dorong Percepatan Pemulihan Bencana Sumatera melalui Sinergi Antar-Daerah
Mendagri–Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Humbahas, Target Perbaikan Rumah di Sumut Naik Drastis
Mendagri–Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Humbahas, Target Perbaikan Rumah di Sumut Naik Drastis
Cara Satgas PRR Pastikan Bantuan Hunian bagi Penyintas Bencana Tepat Guna dan Sasaran
Cara Satgas PRR Pastikan Bantuan Hunian bagi Penyintas Bencana Tepat Guna dan Sasaran
Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda
Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda
Tadi malam, setelah blusukan menyapa warga di pinggir rel kereta api kawasan Senen, Jakarta Pusat.
Tadi malam, setelah blusukan menyapa warga di pinggir rel kereta api kawasan Senen, Jakarta Pusat.
Normalisasi Sungai Terdampak Bencana Jadi Prioritas Satgas PRR
Normalisasi Sungai Terdampak Bencana Jadi Prioritas Satgas PRR
📌KABAR BUMI Negara Tetangga Indonesia Umumkan Darurat BBM Nasional Gegara P*rang Iran-AS
📌KABAR BUMI Negara Tetangga Indonesia Umumkan Darurat BBM Nasional Gegara P*rang Iran-AS
Makan Bergizi dalam Pusaran Nalar dan Kritik
Makan Bergizi dalam Pusaran Nalar dan Kritik
Sembari Menunggu Data Rampung, Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Pemulihan Sumatera
Sembari Menunggu Data Rampung, Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Pemulihan Sumatera
“Menyambut Pulang Dua Anak Bangsa Setelah Singapura Mengeksekusinya”
“Menyambut Pulang Dua Anak Bangsa Setelah Singapura Mengeksekusinya”
Menciptakan Kawasan Pertumbuhan Ekonomi, Banyak Bupati Berminat Pada Program Transmigrasi
Menciptakan Kawasan Pertumbuhan Ekonomi, Banyak Bupati Berminat Pada Program Transmigrasi
Pererat Kemanunggalan TNI-Rakyat, Satgas Yonif 521/DY Berikan Pelayanan Gratis di Distrik Kobakma
Pererat Kemanunggalan TNI-Rakyat, Satgas Yonif 521/DY Berikan Pelayanan Gratis di Distrik Kobakma
Menakar Wacana Utusan Khusus Presiden Kawal BUMN
Menakar Wacana Utusan Khusus Presiden Kawal BUMN

Harun Arasid

Kuli Tinta

twitter facebookgoogle-plus
"Islam Identik Dengan Terorisme Hanyalah Permainan Politik Amerika, Karena Mereka Butuh Musuh Agar Industri Persenjataannya Berputar. Kami Rusia Tidak Pernah Menganggap Muslim Adalah Masalah" “Islam Identik Dengan Terorisme Hanyalah Permainan Politik Amerika, Karena Mereka Butuh Musuh Agar Industri Persenjataannya Berputar. Kami Rusia Tidak Pernah Menganggap Muslim Adalah Masalah”
Sehatkan BUMD, Penguatan Sinkronisasi Kebijakan Pusat-Daerah Jadi Langkah Strategis Sehatkan BUMD, Penguatan Sinkronisasi Kebijakan Pusat-Daerah Jadi Langkah Strategis

Tuliskan Komentar AndaBatalkan balasan


Logo
Logo Radar Nusantara

Copyright © 2026 Kma dan Radar Nusantara. PT Sanjaya Persada Pratama. All rights reserved
facebook twitter youtube instagram github-circle
Share

Facebook

X

LinkedIn

WhatsApp

Copy Link
×