Radar Nusantara, Bandung, 06/02/2026 – EKSODUS PEMAIN KETURUNAN MAKIN GILA! Ole Romeny putuskan begini usai Mauro berkarir di Indo, Herdman satukan keberagaman
Tren pemain naturalisasi main di Liga 1 menuai pro kontra sengit. Namun, di tengah arus kepulangan ini, dua nama besar di Inggris memilih jalan sunyi yang berbeda. Simak 4 poin panas kondisi terkini skuad Garuda:
- Fenomena Pulang Kampung Bikin Gaduh Jagat maya memanas setelah Shayne Pattynama gabung Persija & Dion Markx merapat ke Persib, menyusul Thom Haye dkk. Isu ini makin kencang dengan kabar Mauro Zijlstra hingga Ragnar Oratmangoen yang bakal menyusul. Netizen terbelah, ada yang mendukung hak profesional pemain, namun banyak juga yang menyayangkan penurunan karir ini. Publik membandingkan dengan Jepang yang sibuk kirim pemain ke Eropa, sementara kita justru menarik pulang talenta demi kompetisi lokal.
- Keuntungan Terselubung Mauro Zijlstra ke Persija Meski dikritik, kepindahan Mauro ke Persija punya 3 nilai strategis. Pertama, peluang dilirik klub Eropa lewat kerja sama Persija-Borussia Dortmund. Kedua, menempa mentalitas “galak” khas liga Indonesia. Ketiga, percepatan chemistry karena satu tim dengan pilar Timnas lain seperti Jordi Amat, Rizky Ridho, dan Witan Sulaeman, sehingga adaptasi di skuad Garuda bakal lebih natural.
- Misi John Herdman & Target Piala Dunia 2030 Pelatih John Herdman menegaskan tidak peduli asal-usul pemain, baginya keberagaman adalah senjata. Ia kini sibuk memantau talenta Super League demi tiket Piala Dunia 2030. Tantangan berat menanti di 2026 karena absennya Thom Haye & Marselino akibat sanksi FIFA. Herdman berjanji menyatukan energi 280 juta rakyat dan menolak dikotomi pemain lokal vs diaspora.
- Ole Romeny & Elkan Baggott Bertahan di Inggris Di saat yang lain pulang kampung, Ole Romeny & Elkan Baggott memilih bertahan di kerasnya Liga Inggris hingga akhir musim 2025/2026. Ole menepis rumor ke Persib dengan tampil lawan Birmingham, sementara Elkan dipertahankan Ipswich demi kedalaman skuad. Keputusan mereka untuk tetap “berdarah-darah” di Eropa dianggap sebagai sindiran halus bagi rekan-rekannya yang memilih zona nyaman di Liga Indonesia.
2 min read
304 words
13 views